KONTEMPLASI & REFLEKSI BUDAYA INDONESIA DALAM SINEMA

Blog Single


Indonesia adalah negara yang berbudaya, pluralitas dan keaneka ragaman budaya, adat istiadat, agama, suku, ras, dan bahasa menyatu didalam kebinekaan yang menjadi kontemplasi (renungan) untuk terus hidup berdampingan dengan rukun secara egaliter.


Refleksi tentang keaneka ragaman budaya bisa kita tangkap melalui framing film sebagai media untuk memperkenalkan bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat plural dan beraneka ragam dalam soal budaya. Pada peringatan Hari Film Nasional yang jatuh pada tanggal 30 Maret tentunya akan sangat tepat jika isu pluralitas dan keberaneka ragaman budaya diangkat sebagai bentuk renungan dan refleksi bagi kita semua agar kita sebagai anak bangsa benar-benar mengenal apa dan siapa Indonesia.


Melalui film kita dapat sedikit mengenal lebih dekat mengenai ragam buaya yang dimiliki oleh negeri ini. Bahkan, melalui film kita dapat memperkenalkan pesona keaneka ragamanan budaya dan kekayaan alam Indonesia kepada mata dunia.


Dalam hangatnya suasana peringatan Hari Film Nasional kita akan mengulas beberapa film karya anak bangsa yang memiliki nuansa keberagaman dalam bebrapa konteks yaitu budaya, adat, agama, etinis dan sastra. Berikut adalah ulasan nya:


1. Laskar Pelangi

Film yang diadopsi dari novel yang begitu fenomenal dan inspiratif yang ditulis oleh Andre Hirata ini disutradarai oleh Riri Riza. Didalam plot-plot film “Laskar Pelangi” kita dapat mengenal indahnya pulau belitung yang begitu mempesona dan membuka mata dunia bahwa Indonesia memiliki keindahan alam yang memukau. Selain itu film ini juga menghadirkan sentuhan budaya masyarakat belitung serta ada pula suguhan mengenai kondisi sosial eknonomi mereka tatkala timah menjadi primadona disana.


2. Cin(t)a

Cin(T)a adalah film Indonesia yang disutradari oleh Sammaria Simanjuntak dan dibintangi oleh Sunny Soon dan Saira Jihan. Film yang diproduksi pada tahun 2009 ini mengambil tema yang kontroversial yakni tentang hubungan percintaan dua anak muda berbeda agama dan suku. Film ini semakin menarik dengan adanya dialog-dialog seputar agama, Tuhan, dan keyakinan. Yang menjadi highlight pada film ini adalah kolaborasi antara cinta, etnis dan agama dimana secara realitas hal ini terjadi didalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak heran, film Cin(T)a berhasil memenangkan Piala Citra untuk Skenario Asli Terbaik.


3. Sekolah Rimba

Kisah butet Manurung (Prisa Nasution) sebagai aktivis pendidikan dihadirkan melalui film garapan Riri Riza. Pada alur cerita film ini tampak Butet mengajarkan cara berhitung dan membaca kepada anak-anak suku pedalaman yang tinggal dihutan jambi dan tidak tersentuh oleh pendidikan. Melalui film ini kita dapat melihat bagaimana suku ini bertahan hidup didalam segala keterbatasannya hingga ritual dan tradisi yang terus terjaga hingga sekarang ini.


4. Molulo

Film Molulo yang bertema komedi drama cukup menarik dianalisa, Molulo sendiri adalah sebuah tarian budaya masyarakat Makassar, Kendari yang sampai hari ini masih terjaga. Didalam film molulo yang dikemas dengan ciamik ini menghadirkan bagaimana molulo sebagai tarian untuk ajang mencari jodoh bagi muda-mudi masyarakat kendari. Yang menarik adalah selain tarian tradisi tetapi juga dalam soal perjodohan tidak boleh menolak. Film ini berusaha mengankat sebuah tradisi dan seni yang ada di Indonesia yaitu molulo, lagi lagi Indonesia berunjuk gigi untuk terus memperkenalkan kekayaan dan keragaman budaya yang dimilikinya. Tentunya kita sebagai anak bangsa harus mengetahui bahwa kita memiliki ini semua.



Dari beberapa ulasan film karya anak bangsa diatas, sangat terasa nuansa keberagaman yang terdapat di Indonesia. Budaya didalam sinema adalah cara untuk memperkenalkan dan mempertahankannya. Dengan keragaman budaya yang kita lihat melalui film-film yang kita ulas, maka sepatunya kita bangga akan kekayaan Indonesia dan sadar akan puralitas yang ada didalam Indonesia yang kita cintai ini. Maka didalam perayaan hari film nasional ini juga patut kita rayakan bahwa kemajemukan bangsa ini adalah wajah dari pada Indonesia. Di hari film nasional ini kita sebagai anak bangsa juga sudah selayaknya mendukung dunia per-filman agar tetap berjaya, mampu memperkenalkan Indonesia kepada kancah Internasional serta membawa harum nama Indonesia. Selamat hari film nasional !




← Back to Our Blog


Share this Post: